Dapatkah kita percaya bahwa pendidikan sekarang adalah pendidikan yang sebenar-benarnya? Apa yang melanda pendidikan bahkan pendidikan di seluruh dunia sekalipun?
Pendidikan yang ada telah dikuasai oleh yang disebut sekolah atau universitas. Sekolah atau universitas merupakan lembaga-lembaga pendidikan yang akhirnya memonopli semua ilmu pengetahuan. Dengan dalih nilai humanistik, agamaistik, tuhanistik sekalipun, tidak akan mengubah kebejatan lembaga pendidikan.
Perkembangan jaman telah mungukuhkan bahwa pendidikan yang baik hanya dapat diperoleh di tempat-tempat resmi seperti di sekolah atau universitas, dengan menyingkirkan segenap nilai-nilai yang menjadi selubung lembaga pendidikan, seperti : humanistik, agamaistik, tuhanistik.
Sekolah, dari kata Yunani, scholae, berarti waktu luang. Dalam waktu luangnya, orang-orang Yunani biasa mengisinya dengan belajar kepada para filsuf. Tetapi perkembangan jaman telah membuat sekolah menyita seluruh hidup. Tidak ada waktu luang. Universitas pun dipahami secara salah, berasal dari universum, alam semesta, belajar itu mengarahkan kepada uni, kesatuan, dari banyak versum.
Paulo Freire, seorang guru dari Brazil, harus dibuang ke pengasingan di Chili hanya karena pendidikan. Pendidikan bukan sesuatu yang sederhana, tetapi sesuatu yang rumit dan tersistematisasikan, sesuatu yang melembaga. Dalam dunia pendidikan ada yang namanya politik pendidikan, gampangannnya seperti kurikulum dan undang-undang pendidikan. Sekolah sendiri merupakan sistem yang buruk…. kalau Freire mengatakan sekolah adalah kapitalisme yang licik. Tentunya sekolah yang banyak menghisap uang SPP, uang gedung, dsb, baik dalam nama Allah, nama humanistik, entah nama nabi A atau nabi B, atau atas nama anjing buduk manapun, dan ini membenarkan pandangan Freire.
Samuel Bowles dan Herbert Gintis menyatakan : "Sekolah, sama seperti lembaga-lembaga perantara lain bagi peran serta manusia dewasa yang pada dasarnya selalu bersifat mengekang. Sekolah yang menyangkal atau menolak peran sebagai pengekang, sekolah yang menyatakan keselarasan dengan masyarakat tanpa harus berperan mengekang adalah sekolah yang munafik dan menyesatkan…."
Seorang psikolog, Carl Rogers, menyatakan atau dapat saja kita terima ini sebagai usulan untuk perbaikan sistem pendidikan; menurutnya, "Kita harus menghapus pengajaran. Biar orang berkumpul kalau ingin belajar. Kita buang ujian…..Kita enyahkan ranking dan indeks prestasi (IP).….. Kita hapus ranking sebagai penilaian kemampuan……Campakkan penjabaran kesimpulan". Begitulah renungannya beliau tentang belajar mengajar.
Pendidikan tidak lebih dari lembaga lainnya pula, bukan sesuatu yang netral apalagi suci, walaupun atas nama Allah maupun Setan. Pendidikan bukan sesuatu yang tidak berpihak. Karena sejarah pendidikan telah menjalankan fungsinya yaitu mempropagandakan tatanan mapan masa kini.
Siapapun boleh saja tidak setuju dengan pandangan seperti ini tentang pendidikan, tetapi kenyataan akan menyangkalnya dan inilah kebenaran. Karena pada dasarnya, fungsi pendidikan adalah mendidik semua orang untuk menjadi buruh!!!
Lembaga pendidikan manapun bisa saja menyangkalnya. Tetapi untuk apa orang sekolah kalau tidak untuk bekerja, jadi buruh tentunya (atau yang lebih halus karyawan atau manajer, dsb). Hal yang paling jelek dari pendidikan adalah cara berbicara mereka yang muluk-muluk, menjanjikan surga dengan surat ijazahnya. Tetapi apa mereka berpikir bahwa pendidikan yang sama bahkan lembaga pendidikan banyak melakukan kecurangan dan perbuatan tidak bermoral, seperti DO, hanya menerima murid yang punya uang, walaupun sekali lagi, mereka tuhanistik, agamaistik, ataupun humanistik. Mereka tidak mau bertanggungjawab atas kerja mereka yang buruk dan tidak bermoral. Koruptor, penjahat, orang-orang busuk, itupun juga dilahirkan oleh pendidikan yang tersistematisasikan. Pendidikan lebih banyak menciptakan neraka di dunia daripada surga, kalau surga memang ada tentunya.
Seorang buta, bisu, dan tuli, Helen Keller menyatakan; "Orang tidak suka berpikir. Seandainya orang berpikir, pasti dia mencapai kesimpulan……dan kesimpulan tidak selalu menyenangkan." Mungkin sekedar ini saja yang dapat dituliskan, mengingat tempat yang terbatas. Tetapi Helen Keller mengingatkan bahwa : "Landasan masyarakat terletak di atas … penaklukan dan penghisapan… sebuah tatanan sosial yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip dasar yang begitu keliru akan mengerdilkan perkembangan semua orang."
Di sinilah kemudian, mereka yang menerima kebenaran untuk mengubah ini semua!!!